Kamis, 29 Oktober 2015

Taubat

Ketahuilah bahwa orang-orang salafus sufi (ulama sufi di jaman dahulu),mudah meraih karomah,
mudah memberdayakan mata batinnya untuk memandang keajaiban.
Yang mana orang-orang awam (manusia umum) tidak mampu melakukannya.
Hal tersebut karena mereka para sufi memiliki ilmu.
Dengan ilmunya,mereka melakukan riyadha-riyadha (Latihan-Latihan) dalam beribadah.
Sehingga jarak antara dirinya dengan Allah sangat dekat sekali.
Jika tegak berdiri shalat,maka hatinya seolah-olah berdialog langsung dengan Tuhannya.
Setiap keinginannya (yang baik) hampir semuanya di kabulkan oleh Allah.

Untuk mencapai puncak ma'rifat dan menjadikan mata batin awas dalam memandang segala yang gaib,maka tahapan awal yang harus di tempuh adalah taubat.

Sesungguhnya setiap saat,manusia berbuat dosa,baik kecil maupun besar,baik di sadari atau tidak.
Dosa-dosa itu ibarat debu yang menempel pada mata hati. Apabila di biarkanakan menjadi kerap dan hati sama sekali tertutub. Sehingga,hati tertutub dari kebenaran. Kalau sudah demikian,maka mata hati menjadi gelap. Pikiran-pikiran kotor dan jahat memenuhinya setiap saat.

Sedangkan untuk dapat meberdayakan mata batin dalam memandang keajaiban, di perlukan hati yang bersih.Hati ibarat cermin. Jika tertutub debu,maka tak akan mampu menampakan bayangan.
Jika cermin bersih, bayangan akan tampak jelas. Jika hati bersih,maka mata batin dapat menembus keajaiban-keajaiban. Inilah yang di sebut karomah.

Langkah pertama sekali yang harus di tempuh sebagai riyadha(latihan ruhani) adalah Taubat.
Dalam pandangan sufi,yang menyebabkan manusia jauh dari Allah adalah karena dia berbuat dosa.
Dosa mengotori hati,sehingga hati berkerak. Tidak bisa melihat keajaiban-keajaiban yang datangnya dari Allah. Para nabi menerima wahyu karena hati mereka bersih dari dosa.
Sedangkan manusia,jika bersih dosa,tidak ada hujab (pembantas) antara dirinya dengan sang Khaliq.
Ia mudah menerima ilham.

Jika kita bertekad untuk membuka hijabdan ingin memiliki daya ketajaman mata batin,
maka tindakan pertama yang harus di lakukan adalah membersihkan dirinya dari segala macam dosa dengan jalan bertaubat.

Syarat seorang bisa menempuh jalan taubat ialah ia harus mengetahui atau menyadari tentang berbahayanya dosa. Ia harusnsadar bahwa dosa merupakan dinding penyekat antara hamba dengan Allah. Sahl Bin Abidillah At Tasturi berkata "Taubatlah menggantikan perbuatan-perbuatan tercela dengan perbuatan yang terpuji. Yang demikian itu tidak akan sempurna kecuali jika ia menyendiri,diam dan makan makanan halal". Menyendiri dan diam maksudnya ialah merenungi dosa-dosa yang pernah di akuinya.


Baca Seterusnya.....(Mc.Word)

>> Download Disini <<

Tidak ada komentar: