Kamis, 29 Oktober 2015

Keutamaan Lapar

Hujajatul Syek Imam Ghazali berkata,
"Barang siapa melaparkan dirinya karena membenarkan apa yang datang dari agama
 mengenai keutamaan lapar,
 maka ia mendapatkan manfaat lapar itu sendiri,meskipun ia tidak mengerti alasan manfaat itu.
 Sama halnya orang yang minum obat, pasti ia mendapatkan manfaat darinya,meskipun ia tidak
 tau bahwa obat itu berkhasiat. Lapar dapat menajamkan hati dan indra ke enam.

Menurut Hujjatul Syekh Imam Ghazali, bahwa lapar itu memiliki sepuluh manfaat (hikmah), diantaranya :

1.Menjadikan hati bersih, menimbulkan cahaya akhlak dan mencerahkan mata hati.
  Sesungguhnya kenyang itu menyebabkan kebodohan,
  membutakan hati dan dan memperbanyak uap pada otak menyerupai gula sehingga
  mengandung tambang-tambang pemikiran.
  Karena kenyang, hati menjadi berat di ajak berpikir dan lamban menangkap ilmu pengetahuan.
  Bahkan anak kecil jika banyak makan, pasti ingatannya salah, hatinya bebal dan menjadi orang
  yang tidak cerdas.

2.Membuat hati jadi lembut dan bersih sehingga siap menjalankan dzikir.
  Banyak sekali Dzikir yang melintas pada lidah seseorang,tetapi hatinya tidak merasakan
  kenikmatan dari amalan itu.
  Seakan-akan antara lisan dan hati terdapat tembok penghalang yang begitu tebal.
  Hal ini karena kerasnya hati.
   
3.Menyebabkan pecahnya, Hancurnya dan hilangnya sifat sombong. Menjadikan hancurnya
   sikap mengkufuri nikmat.
  Padahal kufur nikmat merupakan dasar kejahatan dari kelalaian kepada Allah SWT
  Selagi manusia tida pernah melihat kehinaan dirinya dan kelemahannya,
  maka ia tidak dapat melihat kemuliaan dan keperkasaan Tuhannya.
  Sesungguhnya kebahagiaan manusia adalah bahwa ia terus menerus menyaksikan dirinya
  dengan mata kehinaan dan kelemahan.
  Lalu menyaksikan kemuliaan Allah.
  Karena itu dengan lapar, seseorang akan merasa utuh kepada Tuhannya.

4. Dengan lapar seseorang tidak melupakan bencana Allah dan siksanya dan tidak
    melupakan orang-orang menerima siksaannya. Sesungguhnya orang kenyang itu lupa
    kepada lapar dan lupa pula kepada orang yang menderita kelaparan.Manusia yang cerdas
    tidak menyaksikan penderitaan dari orang lain, kecuali ia teringat akan penderitaan di
   akhirat.Lalu ia juga ingat bagaimana seluruh makhluk merasa kehausan di padang mahsyar.
   Ia merasakan betapa sangat lapar orang-oramg seluruh jagad ketika berada di hari kiamat.
   Ia merasakan bagaimana penghuni neraka menderita kelaparan, lalu makan kayu berduri dan
   pohon  zaqqum, kemudian minum air nanah.

5. Lapar dapat menghancurkan semua nafsu syahwat dan dapat mengendalikan hawa nafsu lainnya.
  Karena sesungguhnya sumber segala kemaksiatan adalah nafsu syawat dan kekuatan.
  Dan sumber dari nafsu syawat dan kekuatan adalah makanan.
  Mengurangi/membatasi makanan berarti membatasi kecenderungan nafsu syawat.

Baca Selengkapnya... Mc. Word
Download Disini

Tidak ada komentar: